Rabu, 14 November 2012

SUMBER DAYA KONSUMEN DAN PENGETAHUAN


Nama : Irna Diniasari
Kelas : 3EA13 
NPM : 13210623



BAB 6
SUMBER DAYA KONSUMEN
DAN PENGETAHUAN





·      Sumberdaya Ekonomi
Potensi sumberdaya ekonomi atau lebih dikenal dengan potensi ekonomi pada dasarnya dapat diartikan sebagai segala sumberdaya yang dimiliki baik yang tergolong sumberdaya alam (natural resources/endowment factors) maupun potensi sumberdaya manusia yang dapat memberikan manfaat (benefit) serta dapat digunakan sebagai modal dasar pembangunan (ekonomi).
Sumberdaya ekonomi dikelompokkan menjadi 4 macam, yaitu
1.    Sumberdaya Alam
Sumberdaya alam merupakan kekayaan yang tersedia di alam dan dapat dimanfaatkan oleh manusia dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sumberdaya alam terbagi menjadi 2 macam yaitu:
·      Sumberdaya alam yang dapat diperbaharui (Renewable), misalnya tanah, air, hewan, dan tumbuhan.
·      Sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui (Unrenewable), misalnya batu-bara, mineral, dan minyak bumi.
2.    Sumberdaya Manusia
Sumberdaya manusia adalah segala kegiatan manusia baik fisik (jasmani) maupun rohani yang ditujukan untuk keperluan kegiatan produksi. Misalnya guru, manajer, penulis (termasuk tenaga kerja rohani) penjahit, dokter, buruh bangunan (termasuk tenaga kerja jasmani).
3.    Sumberdaya Modal
Sumberdaya modal adalah sumber daya yang dibuat oleh manusia baik berupa uang maupun barang dan digunakan untuk membantu kegiatan produksi.
4.    Sumberdaya Kewirausahaan.
Sumberdaya kewirausahaan adalah semangat, sikap, dan perilaku seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan ekonomi sehingga bisa menghasilkan keuntungan.

·      Sumberdaya Sementara
Sumberdaya sementara adalah suatu sumber daya yang bersifat sementara saja. Waktu menjadi variabel yang semakin penting dalam memahami perilaku konsumen, karena konsumen mayoritas semakin mengalami kemiskinan akan waktu. Namun demikian ada suatu bagian waktu yang dihabiskan untuk kegiatan yang sangat pribadi yaitu waktu senggang.

·      Sumberdaya Kognitif
Sumberdaya kognitif menggambarkan kapasitas mental yang tersedia untuk menjalankan berbagai kegiatan dalam pengolahan informasi. Ukuran kapasitas kerap digambarkan dalam istilah keratin, yang mewakili suatu pengelompokan atau kombinasi informasi yang dapat diolah sebagai suatu unit. Kapasitas kognitif dikenal sebagai perhatian, terdiri dari dua dimensi yaitu arahan yang menggambarkan fokus terhadap perhatian dan intensitas yang mengacu pada jumlah kapasitas yang difokuskan pada arahan tertentu. Misalnya, saat melihat iklan produk kendaraan konsumen memilih produk mana yang disukai mulai dari merek, jenis, serta hal-hal yang mendetail dari produk tersebut setelah mnemukan hal yang di ingini mereka segera membeli produk tersebut.

Menurut James F. Engel – Roger D. Blackwell – Paul W. Miniard dalam Saladin terdapat tiga faktor yang mempengaruhinya, yaitu:
1.    Pengaruh lingkungan, terdiri dari budaya, kelas sosial, keluarga dan situasi. Sebagai dasar utama perilaku konsumen adalah memahami pengaruh lingkungan yang membentuk atau menghambat individu dalam mengambil keputusan berkonsumsi mereka. Konsumen hidup dalam lingkungan yang kompleks, dimana perilaku keputusan mereka dipengaruhi oleh keempat faktor tersebut diatas.
2.    Perbedaan dan pengaruh individu, terdiri dari motivasi dan keterlibatan, pengetahuan, sikap, kepribadian, gaya hidup, dan demografi. Perbedaan individu merupkan faktor internal (interpersonal) yang menggerakkan serta mempengaruhi perilaku. Kelima faktor tersebut akan memperluas pengaruh perilaku konsumen dalam proses keputusannya.
3.    Proses psikologis, terdiri dari pengolahan informasi, pembelajaran, perubahan sikap dan perilaku. Ketiga faktor tersebut menambah minat utama dari penelitian konsumen sebagai faktor yang turut mempengaruhi perilaku konsumen dalam penambilan keputusan pembelian.

·      Kandungan Pengetahuan
Pengetahuan konsumen merupakan semua informasi yang dimiliki konsumen mengenai berbagai macam produk, serta pengetahuan lainnya yang terkait dan informasi yang berhubungan dengan fungsinya sebagai konsumen. Dalam hal ini pengetahuan konsumen amat diperlukan. Karena, hal ini dapat mempengaruhi keputusan konsumen dalam melakukan pembelian. Apa yang dibeli, berapa banyak yang dibeli, dimana membeli dan kapan membeli akan tergantung kepada pengetahuan. 

Pengetahuan konsumen terbagi kedalam tiga macam, yaitu:
a.    Pengetahuan produk
Pengetahuan produk merupakan kumpulan berbagai macam informasi mengenai produk. Pengetahuan ini meliputi kategori produk, merek terminologi produk atribut atau fitur, harga produk dan kepercayaan mengenai produk.
Jenis-jenis pengetahuan produk:
• Pengetahuan tentang karakteristik/atribut produk
Seorang konsumen akan melihat suatu produk berdasarkan kepada karakteristik atau ciri atau atribut dari produk tersebut. Setiap konsumen mungkin memiliki kemampuan yang berbeda dalam menyebutkan karakteristik atau atribut dari suatu produk. Hal ini disebabkan perbedaan pengetahuan yang dimilikinya. Pengetahuan mengenai atribut tersebut akan mempengaruhi pengambilan keputusan konsumen. Pengetahuan yang lebih banyak akan memudahkan konsumen dalam memilih produk yang akan dibelinya.
• Pengetahuan manfaat produk
Seorang konsumen mengkonsumsi gula rendah kalori karena mengetahui manfaat produk tersebut bagi kesehatan tubuhnya. Manfaat yang dirasakan konsumen. Setelah mengkonsumsi gula rendah kalori yaitu dapat menghindari penyakit diabetes. Inilah yang disebut sebagai pengetahuan tentang manfaat produk.

b.    Pengetahuan Pembelian
Pengetahuan pembelian terdiri atas pengetahuan tentang toko, lokasi produk di dalam toko dan penempatan produk yang sebenarnya di dalam toko tersebut. Pengetahuan konsumen cenderung lebih senang mengunjungi toko yang sudah dikenalnya untuk berbelanja, karena telah mengetahui dimana letak produk di dalam toko tersebut. Hal ini akan memudahkan konsumen untuk berbelanja atau melakukan pembelian. Hal ini akan memudahkan konsumen untuk berbelanja karena konsumen bisa menghemat waktu dalam mencari lokasi produk.
Menurut Petter dan Olson (1999), perilaku membeli meliputi:
·      Store contact meliputi tindakan mencari outlet, pergi ke outlet dan memasuki outlet.
·      Product contact, konsumen akan mencari lokasi produk, mengambil produk tersebut dan membawanya ke kasir
·    Transaction, konsumen akan membayar produk tersebut dengan tunai, kartu kredit, kartu debet atau alat pembayaran lainnya.

c.    Pengetahuan Pemakaian
Suatu produk akan memberikan manfaat kepada konsumen jika produk tersebut telah digunakan/dikonsumsi. Agar produk tsb bisa memberikan manfaat yang maksimal dan kepuasan yg tinggi, maka konsumen harus bisa menggunakan/mengkonsumsi produk tersebut dengan benar. Produsen berkewajiban untuk memberikan informasi yang cukup agar konsumen mengetahui cara pemakaian suatu produk. Pengetahuan pemakaian suatu produk adalah penting bagi konsumen.

·      Organisasi Pengetahuan
Organisasi atau perusahaan berada dalam sebuah perjuangan tanpa akhir untuk membedakan diri dari pesaing tanpa henti. Membuat produk inovatif yang disesuaikan dengan selera konsumen merupakan alternatif untuk membedakan diri dengan produk pesaing. Pembeda ini disebut sebagai "kemampuan inti" yang memakan waktu sangat lama untuk meniru sukses (Clarke & Rollo, 2001) karena organisasi dikembangkan secara bertahap melalui pertukaran manusia dan investasi yang berdedikasi dengan belajar terus menerus. Kemampuan inti pun tidak stagnan dari waktu ke waktu. Sebuah perusahaan perlu menyesuaikan atau mengubah kemampuan inti dalam respon terhadap perubahan lingkungan dan kondisi pasar. Oleh karena itu, organisasi memberikan perusahaan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.

·      Mengukur Pengetahuan
Pengetahuan konsumen terdiri dari informasi yang disimpan di dalam ingatan. Pemasar khususnya tertarik untuk mengerti pengetahuan konsumen. Informasi yang dipegang oleh konsumen mengenai produk akan sangat mempengaruhi pola pembelian mereka.
Di dalam psikologi kognitif dijelaskan bahwa ada dua jenis pengetahuan dasar, yaitu pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural. Pengetahuan deklaratif melibatkan fakta subjektif yang sudah diketahui. Pengetahuan deklaratif sendiri dibagi menjadi dua kategori, yaitu pengetahuan episodik (melibatkan pengetahuan yang dibatasi dengan lintasan waktu) dan pengetahuan semantik (mengandung pengetahuan yang digeneralisasikan dan memberi arti bagi dunia seseorang). Sedangkan pengetahuan prosedural mengacu pada pengertian bagaimana fakta ini dapat digunakan. Fakta ini juga bersifat subjektif dalam pengertian fakta tersebut tidak perlu sesuai dengan realitas objektif.


Sumber:
http://abduljabal18.blogspot.com/2009/12/sumber-daya-konsumen-dan-pengetahuan.html
http://alf15y4hr.blogspot.com/2011/10/sumber-daya-ekonomi.html
http://andinicliquers.wordpress.com/2010/11/30/perbedaan-individu/
http://rosiaprillino.wordpress.com/2011/11/08/sumber-daya-konsumen-dan-pengetahuan/

1 komentar: