Kamis, 06 Juni 2013

CONTOH RESENSI


Nama : Irna Diniasari
Kelas : 3EA13
NPM : 13210623
(Softskill Bahasa Indonesia II)



Judul Buku : 5 CM
Penulis : Donny Dhirgantoro
Penerbit : PT. Grasindo
Tahun terbit : November 2007
Tebal Buku : 381 halaman

SINOPSIS
Buku 5cm ini menceritakan tentang persahabatan lima orang anak manusia yang bernama Arial, Riani, Zafran, Ian dan Genta. Dimana mereka memiliki obsesi dan impian masing-masing. Arial adalah sosok yang paling ganteng diantara mereka, berbadan tinggi besar. Arial selalu tampak rapi dan sporty. Riani adalah sosok wanita berkacamata, cantik, dan cerdas. Ia mempunyai cita-cita bekerja di salah satu stasiun TV.

Zafran seorang picisan yang berbadan kurus, anak band, orang yang apa adanya dan kocak. Ian memiliki postur tubuh yang tidak ideal, penggila bola, dan penggemar Happy Salma. Yang terakhir adalah Genta. Genta selalu dianggap sebagai “the leader” oleh teman-temannya, berbadan agak besar dengan rambut agak lurus berjambul, berkacamata, aktivis kampus, dan teman yang easy going.

Lima sahabat ini telah menjalin persahabatan selama tujuh tahun. Suatu ketika mereka jenuh akan aktivitas yang selalu mereka lakukan bersama. Terbesit ide untuk tidak saling berkomunikasi dan bertemu satu sama lain selama tiga bulan. Ide tersebut pun disepakati. Selama tiga bulan berpisah itulah terjadi banyak hal yang membuat hati mereka lebih kaya dari sebelumnya. Pertemuan setelah tiga bulan yang penuh dengan rasa kangen akhirnya terjadi dan dirayakan dengan sebuah perjalanan. Dalam perjalanan tersebut mereka menemukan arti manusia sesungguhnya.

Perubahannya itu mulai dari pendidikan, karir, idealisme, dan tentunya love life. Semuanya terkuak dalam sebuah perjalanan ‘reuni’ mereka mendaki gunung tertinggi di Pulau Jawa, Mahameru. Dan di sanalah cerita bergulir, bukan hanya seonggok daging yang dapat berbicara, berjalan, dan punya nama. Mereka pun pada akhirnya dapat menggapai cita-cita yang mereka impikan sejak dulu. 

Setengah dari buku 5 cm bercerita tentang keseharian lima sahabat ini, dari sifat-sifat mereka yang berbeda satu dengan yang lain sampai dengan perilaku dan aktifitas mereka yang penuh canda tawa, diselingi cerita tentang permasalahan antar-sahabat. Setengahnya lagi, buku ini menuliskan petualangan kelima sahabat dalam mendaki gunung Semeru.

”…Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kamu. Dan…sehabis itu yang kamu perlu cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas. Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya serta mulut yang akan selalu berdoa…percaya pada 5 centimeter di depan kening kamu.” 

ANALISIS INTRINSIK 
TOKOH DAN PENOKOHAN
1. Arial : Di dalam novel, Arial digambarkan sebagai orang yang sporty, selalu tampil rapi dan simpel. Arial adalah sosok yang tenang, pembawaannya selalu senyum, jarang mengejek, asik, cool, dan pembawa suasana ramai karena jika tertawa suaranya paling keras.
Kutipan dalam novel :
“...., pokoknya sporty deh, Arial yang selalu rapi ...”
“Arial adalah orang yang simpel-simpel aja, tapi ia kebanggaan seluruh tongkrongan karena cuma dia yang bisa tenang, pembawaanya banyak senyum, dan jarang khilaf.”
“... orang yang biasa aja, tapi asik, ..., jarang nyela, jarang bercanda tapi kalo tertawa paling keras, makanya kalau ada dia jadi ramai.”

2. Riani : Di dalam novel ini, Riani adalah gadis berkacamata, cantik, cerdas dan mengutamakan prestasi. Pribadi yang memiliki karisma, selalu dominan dimana-mana, cerewet dan tidak mau kalah dengan siapapun juga. Riani seorang aktivis kampus yang gemar membaca dan banyak belajar. Dia juga suka berdebat.
Kutipan dalam novel :
“Riani pakai kacamata, cantik, cerdas dan seorang N-ACH sejati”
“ Dia punya semacam karisma yang bisa bikin orang menengok. Selalu dominan dimana-mana, cerewet dan nggak mau kalah sama siapapun juga”
“Riani seorang aktivis kampus. Siapa aja dan apa aja bisa didebatnya, soalnya dia banyak banyak dan banyak belajar”

3. Zafran : Didalam novel, tokoh zafran termasuk orang yang pandai membuat puisi, pintar. Zafran punya kelakuan yang berantakan. Zafran adalah orang yang akan bilang apa saja yang ingin dia bilang. Tokoh zafran memiliki tubuh yang kurus dan berperan sebagai vokalis band.
Kutipan dalam novel :
“Seorang penyair yang selalu bimbang”
“..., kesan kedua, buat para cowok pasti punya persepsi nih anak pintar banget”
“..., Zafran punya kelakuan yang berantakan, yang katanya standar seniman”
“Zafran adala orang yang akan bilang apa aja yang dia mau bilang, ... “

4. Ian : Didalam novel, ian adalah tokoh yang gila bola, ia juga senang tantangan dan suka makan terutama indomie. Selain itu, Ian juga gemar mengoleksi film orang dewasa (17tahun ke atas).
Kutipan dalam novel :
“Apa aja tentang bola dia tahu dan kebanyakan dia ngabisin waktunya buat bola, ...”
“..., untuk membeli ‘piece of lust’ kalo diterjemahkan ke bahasa ilmiah adalah ‘VCD Bokep’.”
“..., dan ngefans indomie, Manchester United, dan juga Happy Salma.”

5. Genta : Di dalam novel ini, Genta adalah pemimpinnya. Genta begitu menyukai Riani. Genta adalah orang yang peduli terhadap orang lain, ia lebih mementingkan orang lain dibanding dirinya sendiri. Genta adalah sosok yang baik, seorang aktivis kampus. Dia sangat dikagumi teman-temannya.
Kutipan dalam novel :
“The Leader”
“Enggak ada yang tahu kalo Genta adalah fans beratnya Riani, ...”
“aktivis kampus, ...”

TEMA
Persahabatan lima anak muda yang mempunyai kekuatan dan keajaiban mimpi dan keyakinan.

LATAR BELAKANG
Tempat : Jakarta, Yogyakarta, Bogor
Rumah Arial : Kamar Arial, Secret Garden
SMA
Stasiun kereta api Senen
Stasiun Lempuyungan, Yogyakarta
Ranu Pane
Ranu Kumbolo
Puncak Mahameru
Waktu : Setiap saat (Pagi sampai malam)
Suasana : Menyenangkan, mengharukan dan menegangkan

ALUR
Dilihat dari cerita Novel ini, 5 centimeter termasuk alur maju mundur artinya dalam cerita terjadi flashback ke masa lalu dan kejadian masa depan.

SUDUT PANDANG
Sudut pandang adalah cara atau pandangan pengarang sebagai sarana untuk menyajikan tokoh, tindakan, latar dan berbagai peristiwa yang membentuk cerita. Dalam Novel 5 centimeter sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga tunggal.

AMANAT
1. Kita harus menanamkan satu keyakinan pada diri kita bahwa tidak ada yang tidak bisa di dunia ini kecuali keyakinan yang menganggap bahwa kita tidak dapat melakukan hal tersebut.
2. Jangan menganggap kritik suatu kemunduran atau serangan. Tapi, kalau kita dikritik buat cetak biru dipikiran kita. Kalo kritik itu adalah pengorbanan dari seseorang yang mungkin telah mengorbankan rasa nggak enaknya sama kita, entah sebagai teman atau rekan kerja. Tapi sebenarnya hal itu semata-mata untuk membuat diri kita lebih baik.
3. Sebaik-baik manusia dalam hidupnya adalah apabila ia menjadi manusia yang bisa memberi manfaat bagi orang lain bukan orang yang mementingkan diri sendiri dan terlalu mencintai dirinya sendiri.
4. Jadikan mimpi kita menggantung, mengambang 5 centimeter di depan kening kita, biar dia nggak pernah lepas dari mata kita. Dan kita bawa mimpi dan keyakinan kita itu setiap hari, kita lihat setiap hari, dan percaya bahwa kita bisa. Apa pun hambatannya, bilang sama diri kita sendiri, kalau kita percaya sama keinginan itu dan kita nggak bisa nyerah. Bahwa kita akan berdiri lagi setiap kita jatuh, bahwa kita akan mengerjarnya sampai dapat, apapun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri. Dan yang kita butuhkan Cuma lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya serta mulut yang akan selalu berdoa.
5. Janganlah menjadi manusia yang diatur oleh keadaan dan merasa kalah sama keadaan. Tapi, jadilah manusia yang beranggapan bahwa dirinyalah yang harus mengatur keadaan, bukan dirinya yang diatur oleh keadaan yang harus selalu jadi kalimat aktif selalu pakai awalan me- bukan kalimat pasif yang selalu pake awalan di-.
6. Tuhan memberi kebebasan kepada setiap manusia untuk memilih. Selanjutnya tinggal masalah pilihan. Itulah mengapa Tuhan sayang sama makhluknya. Ia menjaga tingkat ketidakpastian-Nya, ketidakpastian alam semesta ini dengan ketidakjelasan dan ketidakpastian, supaya kita terus belajar tentang apa saja hingga akhirnya kita bermuara pada-Nya. Sesungguhnya manusia memang diberi kebebasan memilih. Memilih dipersimpangan-persimpangan kecil atau besar dalam sebuah Big Master Plan yang telah diberikan Tuhan semenjak kita lahir. Jadi semuanya ke masalah pilihan.
7. Terimalah dengan apadanya kekurangan dan kelebihan yang dimiliki sahabat kita. Tidak semua orang memiliki nilai plus seutuhnya. Nilai plus tersebut pasti akan selalu didampingi dengan nilai minus. Tinggal bagaimana cara kita sebagai teman untuk menutupi kelebihan dan kekurangan teman kita.

GAYA BAHASA
Bahasa yang digunakan dalam novel 5 centimeter adalah bahasa yang mengikuti perkembangan zaman sekarang (modern) dan sesuai dengan kondisi masyarakat sekarang sehingga novelnya dapat dengan mudah dimengerti.

KEKURANGAN DAN KELEBIHAN NOVEL
KELEBIHAN NOVEL :
Kelebihan buku ini adalah ceritanya yang menarik, menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, dan alur cerita yang tidak membosankan sehingga pembaca ingin membaca buku ini hingga halaman terakhir. Pesan moral yang disampaikan pun sangat baik sehingga memotivasi pembaca agar bisa mengejar impian mereka dan membuat jadi nyata.

Buku “5cm” karya Dony Dhirgantoro dengan sampul hitam legam. Di sampul depannya ada beberapa tulisan yang fontnya juga hitam dan di bagian tengah sampul depannya ada juga tulisan “5cm” dengan font yang agak besar berwarna putih. justru yang tampilannya sok misterius kayak gini ini biasanya isinya ga jelas tetapi setelah saya baca ternyata, Buku 5cm mempunyai karakter yang cukup kuat, penuh dialog-dialog yang filosofis, dan berisi kisah-kisah yang inspirasional, dan novel ini sebenarnya cukup bagus, idenya menarik, tentang persahabatan. Penulisnya sendiri sepertinya punya pengetahuan yang luas tentang lirik lagu, film, artis-artis Hollywood, sampe ke filsafat-filasafat Yunani kuno, dan orang terkenal lainnya (Plato, Socrates, Einstein dll), dunia kerja, politik (walaupun sedikit), dan juga humanisme. Kehebatan penulis terlihat sekali saat menggambarkan dengan detail perjalanan dari Jakarta (stasiun Senen) sampai ke atas puncak Mahameru. Pembaca bagaikan berada di sana, merasakan dinginnya Ranu Pane, indahnya Ranu Kumbolo, mistisnya Kalimati, dan menakjubkannya puncak Mahameru.

Dalam novel ini sangat banyak memuat hal yang berkaitan dengan jiwa para generasi muda, filosofi, idealisme, dan terutama musik yang intensitasnya sangat sering disebut disertai dengan lirik-lirik lagunya. Nuansa jiwa muda sangat kentara di 5 cm, semangat dan tekad yang selalu membara mengiringi setiap langkah kumpulan sahabat dalam novel ini. Sekelompok manusia yang tidak hanya hidup berfoya-foya tetapi meresapi makna kehidupan yang mereka jalani. Sebuah novel yang dapat menambah motivasi dan kepercayaan diri untuk bias meraih impian dengan bekal semangat dan tidak kenal lelah. Bagi pemuda, 5 cm sangat mudah dipahami dari segi bahasanya karena menggunakan bahasa-bahasa familiar kaum muda.

KEKURANGAN NOVEL :
Cerita akhir novel ini terasa begitu dipaksakan dengan pembentukan keluarga antara sahabat-sahabat tersebut ditambah dengan keturunan mereka yang begitu sama mewarisi sifat-sifat orangtuanya dan semuanya sebaya, seumuran. Bagi saya, akhir cerita di novel ini terlalu naif. Sekelompok sahabat itu masih saja mempunyai “ruh” kaum muda meski sudah memiki keturunan dan hal tersebut terasa juga pada anak-anak yang masih TK tetapi “jiwa”nya berjiwa kaum muda dewasa. Kedua hal tersebut membuat pembaca sulit membedakan mana yang menjadi anak dan mana yang menjadi bapak, mana yang pemuda dan mana pula yang anak-anak. Bahasa yang begitu kental dengan dunia musik menjadikan sebagian pembaca yang hanya biasa saja mengerti musik akan sulit memahami tokoh dalam novel. Sepertinya penulis ingin menunjukkan dirinya daripada tokoh karyanya seperti yang disebut dalam novel tersebut yang mengatakan bahwa sang tokoh percaya “lupus sebenarnya tidak suka makan permen karet tetapi yang suka adalah Hilman sang pengarang”. Begitu pula 5 cm bahwa geng anak muda itu sebenarnya tidak suka musik tetapi mas Donny Dhirgantoro lah yang sangat maniak musik.


TULISAN BEBAS (BULAN KE-3)


Nama : Irna Diniasari
Kelas : 3EA13
NPM : 13210623
(Softskill Bahasa Indonesia II)


TAMAN SUROPATI

Sebelumnya saya menyaksikan film pendek berjudul HELLO GOODBYE di situs Youtube. Film nya cukup bagus menurut saya. Saya sangat menyukai latar/setting di film tersebut, yaitu di Taman Suropati. Ya, di kota yang padat penduduk dengan segala aktivitasnya, Jakarta ternyata masih mempunyai beberapa taman yang indah, asri, dan sedap dipandang.  Nah, jika akhir pekan tiba, jalan-jalan ke Taman Suropati bisa menjadi alternatif loh untuk sekedar bersantai atau menghabiskan waktu dengan orang terdekat.


Taman Suropati merupakan salah satu peninggalan arsitek Belanda. Dilengkapi beberapa ornamen patung karya seni, kolam, dan air mancur, serta rimbunan puluhan pohon mahoni, terletak dipertemuan Jalan Imam Bonjol dan Jalan Diponegoro, dipertemuan jalan tersebut ada taman bunga ditengahnya ada patung Pangeran Diponegoro, nah diseberang patung tersebut Taman Suropati berada.


Komunitas berbagai aliran seni juga menjadikan basecamp mereka di taman Suropati setiap hari minggu seperti Kotaseni Taman Surapati dan Komunitas Musik Suropati Chamber yang kedua komunitas ini piawai dalam alat musik gesek biola, cello dalam bentuk group orchestra dan mereka meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia, MURI. Juga ajang pameran lukisan dan photo seperti dari CCF, Central Culture Francis dan sebagainya. Karena di jalur yang menghubungkan Jakarta Timur dan Selatan, modal transportasi untuk mencapai taman ini sangatlah mudah bisa naik bus No.213 jurusan Kampung Melayu - Grogol atau bus No. 67 jurusan Blok M - Senen.


Kita dapat jumpai juga di Taman Suropati fasilitas seperti 3 sangkar ayam kate, 2 sarang burung dara, 4 petak berbentuk persegi panjang tanaman bunga, 4 lingkaran tanaman bunga dan 2 kolam dilengkapi air mancur. Bagi yang berobat pijat refleksi dapat memanfaatkan 4 track tonjolan jalan berbatu. Dipojok kanan depan ada Polisi Pos Taman Suropati.



Bagaimana? menarik bukan? Selain murah dan berkualitas, taman ini juga dijamin keamanannya lho karena jarang ada preman atau anak-anak muda begajulan berlalu lalang. Yuk, kita berkunjung ke Taman Suropati J.

Referensi :
http://www.idjakarta.com/pusat/menteng/menteng/kodepos10310/tamansuropati.html
http://paseban.blogspot.com/2010/06/taman-suropati.html
http://www.thejakartapost.com/news/2009/05/25/let-music-play.html
http://www.okefood.com/read/2013/02/02/408/755713/akhir-pekan-wisata-sehat-ke-taman-suropati-yuk


Senin, 27 Mei 2013

TULISAN BEBAS (BULAN KE-3)


Nama : Irna Diniasari
Kelas : 3EA13
NPM : 13210623
(Softskill Bahasa Indonesia II)


KHILAF

Jika bukan untukku
Mengapa aku enggan berhenti?
Jika bukan jalanku
Mestinya aku tahu diri

Ada yang salah
Amarah kian mengalir
Ego yang tidak mau mengalah
Haruskah menyalahkan takdir?

Seakan berbisik dalam benak
Aku yang lebih pantas
Aku yang lebih berhak
Hati ini pun mengeras

Tidak. . .
Ini bukan cerminan seorang umat
Tuhan Maha Tahu sebelum berkehendak
Ya, harusnya aku meyakini sebagai umat

Wahai Penguasa Alam
Maafkanlah kekhilafanku
Lindungi aku dari jiwa yang kelam
Tuntunlah untuk selalu dijalan-Mu





TULISAN BEBAS (BULAN KE-3)

Nama : Irna Diniasari
Kelas : 3EA13
NPM : 13210623
(Softskill Bahasa Indonesia II)

Just Sharing J

Sabtu, tanggal 25 Mei 2013 di Bekasi dan sekitarnya. CATET!!!



Hari ini ga seperti biasanya. Seharian kayaknya ga ketemu tuh sama yang namanya “siang”. Helloooo kemanakah gerangan?

Ngintip kehidupan di luar dari jendela kamar. “Oh masih jam 6”, pikir gue. Beralih liat jam yang nempel di dinding kamar dan “Oooooo Gooood, udah jam 10 ternyata” -__-. Untungnya sih tanggal merah hari ini a.k.a libur a.k.a ga ngampus yeeeeey jadi ga usah panik karena takut telat :p. Hahahaha *kelakuan.

Tema nya hari ini bisa dibilang mendung kelabu, but alhamdulillah yah adem jadinya J. Kapan lagi coba ngerasain mendungnya Bekasi seharian, biasanya akrab sama si matahari kan. Ga ngerti juga deh matahari lagi males main, lagi ngambek atau kenapa sampe ga mau liat gue di hari Sabtu ini :p hahahaha *absurd.



Totally, hari ini di rumah aja. Tadinya mau nemenin Fandy motret. Iya motret, temen gue yang satu itu emang hobi motret. Asal ada view yang bagus pasti ga lewat untuk di take. Aduh gue ga ngerti ya kayaknya udah berkali-kali doi ngajakin jalan akhir-akhir ini, tapi belum bisa gue iya-in. Yaaa semoga aja doi ga marah. Rencananya nih guys senin mau jalan sama doi. Berharap quality time gitu deh hahahaha *wish.



Walaupun Sabtu kelabu gue di rumah aja, tapi gue bersyukur kok. Gue emang dasarnya ga suka kelayaban kalo ga penting-penting banget. Menurut gue kamar adalah tempat paaaaaling pas setelah kurang lebih seminggu beraktivitas dari ngampus dan ngaslab. Iya gue salah satu asisten lab. di lembaga pengembangan untuk fakultas ekonomi di kampus. Ga kerasa loh udah setahun lebih gue bertahan ngejalanin kuliah sambil ngajar yeeeey say thanks to Allah “alhamdulillah :’)”.

Ngomong-ngomong hari Sabtu biasanya identik sama “malam minggunya kawula muda” grrrrr -_-. Oke gue nyadar gue jomblo, eh engga deh tepatnya “single elegant” hahaha. Yaaa selama belum dapet yang pas dan nyaman dihati ya jangan dipaksain *prinsip. Yang gue tau berusaha aja ngelakuin yang terbaik toh kata orang-orang disana (orang yang mana -_-) jodoh itu cerminan diri sendiri. Jadi, do the best and you’ll get the best.



Seharian ini yang gue lakuin teteuuuup ga jauh-jauh dari handphone supaya bisa komunikasi sama Fandy juga Adriand. Mereka temen gue, ya temen untuk sekarang ini, kalo nanti hahaha ga usah main tebak-tebakkan let it flow aja :p. Sambil main handphone, ga lupa juga baca-baca materi akuntansi manajemen untuk UTS hari Senin, terakhir ya ini ngerjain tugas softskill Bahasa Indonesia II, dengan senang hati gue sharing cerita di hari Sabtu kelabu ini.

Berharap kalian ga bete ya baca cerita ini hehe, oke sekian dulu sampai bertemu di tulisan berikutnya. Bye :D







Selasa, 07 Mei 2013

PROPOSAL

Nama : Irna Diniasari
Kelas : 3EA13
NPM : 13210623
(Softskill Bahasa Indonesia II)



Proposal Ilmiah



TEMA: KEPUTUSAN PEMBELIAN HANDPHONE

JUDUL: ANALISIS PENGARUH PRODUK, HARGA, DAN GAYA HIDUP TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN HANDPHONE BERSISTEM ANDROID

1.1 Latar Belakang

            Perkembangan dunia terkadang memberikan efek positif bagi kemajuan manusia itu sendiri, terutama pada bidang komunikasi. Dewasa ini teknologi komunikasi semakin berkembang dan terus maju, berbagai alat komunikasi dengan teknologi canggih sudah banyak digunakan oleh berbagai kalangan masyarakat. Salah satu alat komunikasi yang mengalami banyak perkembangan adalah telepon seluler atau biasa disebut handphone (HP).
            Banyak teknologi canggih yang telah ditanamkan pada handphone dan yang paling populer saat ini handphone telah dilengkapi dengan mobile operating system. Mobile Operating System atau Sistem Operasi Genggam (Mobile OS) adalah suatu sistem operasi yang mengontrol sistem dan kinerja pada barang elektronik yang mobile, mirip dengan fungsi Windows, Mac OS X, dan Linux pada Desktop PC atau Laptop/Notebook tetapi lebih sederhana. Biasanya penggunaannya hadir di ponsel pintar (smartphone), PDA, tablet komputer, dan PMP. Sistem operasi yang dikenal secara umum diantaranya Android dari Google Inc., BlackBerry OS dari RIM, iOS dari Apple Inc., Symbian OS dari the Symbian Foundation, dan Windows Phone dari Microsoft. Dengan adanya sistem operasi pada handphone, memungkinkan handphone untuk di pasang berbagai aplikasi pendukung untuk mengoptimalkan fungsi handphone
            Dalam mengkonsumsi suatu produk biasanya konsumen mempertimbangkan dari segi produk tersebut dan harga yang ditawarkan oleh perusahaan. Konsumen mempertimbangkan produk biasanya dilihat dari segi bentuk, desain, keistimewaan dari produk, dan daya tahan yang dimiliki oleh produk. Dalam kenyataan yang ada, konsumen dalam membeli suatu produk mempertimbangkan harga produk tersebut yang disesuaikan dengan kualitas dan keandalan dari produk tersebut.
            Gaya hidup yang merupakan bagian dari perilaku konsumen juga mempengaruhi tindakan konsumen dalam melakukan pembelian. Keputusan pembelian konsumen tidak terlepas dari gaya hidup mereka yang ingin membeli produk yang bermanfaat dan mempunyai kualitas yang baik. Keanekaragaman konsumen dalam memenuhi kebutuhannya dipengaruhi oleh karakteristik gaya hidup yaitu aktivitas dimana seseorang melakukan kegiatan dalam memenuhi kebutuhannya seperti pekerjaan, hobi, belanja, hiburan, dan minat seseorang berdasarkan keinginan terhadap produk yang diinginkan serta pendapat atau pandangan seseorang terhadap produk yang akan dibeli sehingga dapat mempengaruhi perilaku keputusan konsumen.
            Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan tersebut diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penulisan tentang “ANALISIS PENGARUH PRODUK, HARGA, DAN GAYA HIDUP TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN HANDPHONE BERSISTEM ANDROID”.

1.2 Rumusan Masalah

    Berdasarkan latar belakang tersebut, permasalahan yang dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.    Apakah produk, harga, dan gaya hidup berpengaruh terhadap keputusan pembelian handphone bersistem android?
2.    Diantara produk, harga, dan gaya hidup mana yang paling berpengaruh terhadap keputusan pembelian handphone bersistem android?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan, maka tujuan penelitian dapat dinyatakan sebagai berikut:
1.    Untuk mengetahui pengaruh produk, harga, dan gaya hidup terhadap keputusan pembelian handphone bersistem android.
2.    Untuk mengetahui diantara produk, harga, dan gaya hidup yang paling berpengaruh terhadap keputusan pembelian handphone bersistem android.        

1.4 Kerangka Pemikiran

           Menurut Schiffman dan Kanuk (2009; 29), perilaku konsumen adalah proses yang dilalui oleh seseorang dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan bertindak pasca konsumsi produk, jasa maupun ide yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhannya.
            Menurut Henri Ma’ruf (2005; 50), perilaku konsumen adalah proses yang terjadi pada konsumen ketika ia memutuskan membeli, apa yang dibeli, dimana, kapan, dan bagaimana membelinya.
            Menurut Kotler (1997; 52) bahwa produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke suatu pasar untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan.
            Menurut Asri (1986; 279) harga adalah suatu nilai tukar untuk manfaat yang ditimbulkan oleh barang atau jasa tertentu bagi seseorang. Semakin tinggi manfaat yang dirasakan seseorang dari barang atau jasa tertentu, maka makin tinggi nilai tukar barang atau jasa tersebut dimatanya dan makin besar pula alat penukar yang bersedia dikorbankan.
            Menurut Ristiyanto Prasetijo & John J.O.I Ihalauw, Ph.D. (2005; 56) adalah bagaimana seseorang hidup (how on lives), termasuk bagaimana seseorang menggunakan uangnya, bagaimana ia mengalokasikan waktunya, dan sebagainya.

1.5 Teori

1.      Perilaku Konsumen
         Perilaku adalah tindakan khusus yang ditujukan pada beberapa obyek target. Perilaku selalu muncul dalam suatu konteks situasional atau lingkungan dan pada waktu tertentu. Konsumen adalah individu yang secara langsung terlibat dalam usaha mendapatkan, mengkonsumsi dan menghabiskan barang atau jasa dalam rangka memuaskan kebutuhan dan hasrat mereka.
        Menurut Schiffman dan Kanuk (2009; 29), perilaku konsumen adalah proses yang dilalui oleh seseorang dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan bertindak pasca konsumsi produk, jasa maupun ide yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhannya.
       Menurut Henri Ma’ruf (2005; 50), perilaku konsumen adalah proses yang terjadi pada konsumen ketika ia memutuskan membeli, apa yang dibeli, dimana, kapan, dan bagaimana membelinya.
        Berdasarkan definisi tersedut diatas dapat dikatakan bahwa perilaku konsumen tersebut sangat berkaitan dengan suatu proses pengambilan keputusan baik dilakukan oleh individu, kelompok atau organisasi dalam usahanya untuk memperoleh dan menggunakan barang atau jasa.

2.      Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen

         1.    Faktor Kultural (culture)
Faktor kultur mempunyai pengaruh yang paling luas dan paling dalam terhadap perilaku konsumen, pemasar harus memahami peran yang dimainkan oleh kultur, sub kultur dan kelas sosial pembeli.
a.    Kebudayaan
Kultur adalah faktor penentu paling pokok dari keinginan dan perilaku seseorang.
b.    Sub-budaya
Tiap kultur mempunyai sub kultur yang lebih kecil, atau kelompok orang dengan sistem nilai yang sama berdasarkan pengalaman dan situasi hidup yang sama. Sub budaya dapat dibedakan atas dasar kelompok-kelompok yaitu kelompok kebangsaan, keagamaan, suku dan geografis.
c.    Kelas sosial
Adalah susunan yang relative permanen dan teratur dalam suatu masyarakat yang anggotanya mempunyai nilai, minat dan perilaku yang sama.
         2.    Faktor Sosial (Social)
Kelas sosial merupakan pembagian masyarakat yang relatif homogen dan permanen yang tersusun secara hierarkis dan yang anggotanya menganut nilai-nilai, minat, dan perilaku yang serupa. Kelas sosial ditentukan oleh satu faktor tunggal, seperti pendapatan, tetapi diukur sebagai kombinasi dari pekerjaan,pendapatan, pendidikan, kekayaan dan variabel lain. Dalam beberapa sistem sosial, anggota dari kelas yang berbeda memelihara peran tertentu dan tidak dapat mengubah posisi sosial mereka. Tingkah laku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial, yaitu:
a.    Kelompok Acuan
Kelompok adalah dua orang atau lebih yang berinteraksi untuk mencapai sasaran individu atau bersama. Beberapa merupakan kelompok primer yang mempunyai interaksi reguler tapi informal-seperti keluarga, teman, tetangga dan rekan sekerja. Beberapa merupakan kelompok sekunder, yang mempunyai interaksi lebih formal dan kurang reguler. Ini mencakup organisasi seperti kelompok keagamaan, asosiasi profesional dan serikat pekerja.
b.    Keluarga
Keluarga adalah organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat dan telah diteliti secara mendalam, pemasar tertarik dalam peran dan pengaruh suami,istri dan anak-anak pada pembelian berbagai produk dan jasa.
c.    Peran dan status
Peran terdiri dari aktivitas yang diharapkan dilakukan seseorang menurut orang-orang yang ada disekitarnya. Setiap peran membawa status yang mencerminkan penghargaan yang diberikan oleh masyarakat. Orang seringkali memilih produk yang menunjukkan statusnya dalam masyarakat.
         3.    Faktor Pribadi (Personal)
Faktor pribadi didefinisikan sebagai karakteristik psikologis seseorang yang berbeda dengan orang lain yang menyebabkan tanggapan yang relatif konsisten dan bertahan lama terhadap lingkungan. Keputusan membeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi, yaitu:
a.    Usia dan tingkatan kehidupan
Orang mengubah barang dan jasa yang mereka beli selama masa hidupnya. Selera akan makanan, pakaian, perabotdan rekreasi sering kali berhubungan dengan umur. Membeli juga dibentuk oleh tahap daur hidup keluarga, tahap-tahap yangmungkin dilalui oleh keluarga sesuai dengan kedewasaannya. Pemasar seringkali menentukan sasaran pasar dalam bentuktahap daur hidup dan mengembangkan produk yang sesuaiserta rencana pemasaran untuk setiap tahap.
b.    Jabatan
Pekerjaan seseorang mempengaruhi barang dan jasa yang dibelinya. Pemasar berusaha mengenali kelompok pekerjaan yang mempunyai minat di atas rata-rata akan produk dan jasa mereka. Sebuah perusahaan bahkan dapat melakukan spesialisasi dalam memasarkan produk menurut kelompokpekerjaan tertentu.
c.    Keadaaan perekonomian
Situasi ekonomi sekarang akan mempengaruhi pilihan produk. Pemasar produk yang peka terhadap pendapatan mengamati kecenderungan dalam pendapatan pribadi, tabungan dan tingkat minat. Bila indikator ekonomi menunjukkan resesi, pemasar dapat mengambil langkah-langkah untuk merancang ulang, memposisikan kembali dan mengubah harga produknya.
d.   Gaya hidup
Pola kehidupan seseorang yang diwujudkan dalam aktivitas (pekerjaan, hobi, berbelanja, olahraga, kegiatan sosial), minat (makanan, mode, keluarga, rekreasi) dan opini yang lebih dari sekedar kelas sosial dan kepribadian seseorang, gaya hidup menampilkan pola bereaksi dan berinteraksi seseorang secara keseluruhan di dunia
e.    Kepribadian dan beserta Konsep Diri
Kepribadian setiap orang jelas mempengaruhi tingkah laku membelinya. Kepribadian mengacu pada karakteristik psikologi unik yang menyebabkan respons yang relatif konsisten dan bertahan lama terhadap lingkungan dirinya sendiri. Kepribadian biasanya diuraikan dalam arti sifat-sifat seperti rasa percaya diri, dominasi, kemudahan bergaul, otonomi, mempertahankan diri, kemampuan menyesuaikan diri, dan keagresifan. Kepribadian dapat bermanfaat untuk menganalisis tingkah laku konsumen untuk pemilihan produk atau merek tertentu.
         4.    Faktor-Faktor Psikologis (Physicology)
Faktor psikologis sebagai bagian dari pengaruh lingkungan dimana seseorang tinggal dan hidup pada waktu sekarang tanpa mengabaikan pengaruh dimasa lampau atau antisipasinya pada waktu yang akan dating. Pilihan barang yang dibeli seseorang lebih lanjut dipengaruhi oleh faktor psikologi yang penting.
1.    Motivasi
Motivasi adalah suatu kebutuhan yang cukup untuk mendorong seseorang untuk bertindak.
2.    Persepsi
Proses yang dilalui orang dalam memilih, mengorganisasikan dan mengintepretasikan informasi guna membentuk gambaran yang berarti mengenal dunia, bentuknya:
·      Perhatian selektif
Kecenderungan bagi manusia untuk menyaring sebagian besar informasi yang dihadapi.
·      Distorsi selektif
Menguraikan kecenderungan orang untuk mengintepretasikan informasi dengan cara yang akan mendukung apa yang telah diyakini.
·      Ingatan selektif
Kecenderungan dalam mempertahankan informasi yang mendukung pendirian dan kepercayaan orang.
3.    Pengetahuan
Perubahan dalam perilaku individual yang muncul dari pengalaman.
4.    Keyakinan dan sikap
Keyakinan merupakan pemikiran deskriptif yang dimiliki seseorang mengenai sesuatu sedangkan sikap merupakan evaluasi, perasaan dan kecenderungan dari seseorang terhadap suatu obyek atau ide yang relatif konsisten.

3.      Produk

Menurut Kotler (1997; 52) bahwa produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke suatu pasar untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan. Lima tingkatan produk yaitu:
1.    Produk Utama / Produk Inti – Core Benefit
Produk inti memiliki manfaat yang sebenarnya dibutuhkan dan akan dikonsumsi oleh pelanggan dari setiap produk.
2.    Produk Generik
Produk generik merupakan produk dasar yang mampu memenuhi fungsi produk yang paling dasar (rancangan produk minimal agar dapat berfungsi).
3.    Produk Harapan – Expected Product
Produk harapan merupakan produk formal yang ditawarkan dengan berbagai atribut dan kondisinya secara normal (layak) diharapkan dan disepakati untuk dibeli.
4.    Produk Pelengkap – Augmented Product
Produk pelengkap merupakan berbagai atribut produk yang dilengkapi atau ditambahi berbagai manfaat dan layanan, sehingga dapat memberikan tambahan kepuasan dan bisa dibedakan dengan produk pesaing.
5.    Produk Potensial
Produk potensial merupakan segala macam tambahan dan perubahan yang mungkin dikembangkan untuk suatu produk di masa mendatang.

4.      Harga

Menurut Asri (1986; 279) harga adalah suatu nilai tukar untuk manfaat yang ditimbulkan oleh barang atau jasa tertentu bagi seseorang. Semakin tinggi manfaat yang dirasakan seseorang dari barang atau jasa tertentu, maka makin tinggi nilai tukar barang atau jasa tersebut dimatanya dan makin besar pula alat penukar yang bersedia dikorbankan.

5.      Gaya Hidup

Menurut Ristiyanto Prasetijo & John J.O.I Ihalauw, Ph.D. (2005; 56) adalah bagaimana seseorang hidup (how on lives), termasuk bagaimana seseorang menggunakan uangnya, bagaimana ia mengalokasikan waktunya, dan sebagainya.

6.     Perilaku Pembelian

Henry Assel yang dikutip Bilson Simamora (2003; 25) ada empat tipe perilaku pembelian, yaitu:
1.    Perilaku pembelian yang rumit
Menurut Hassel, perilaku pembelian yang rumit terdiri dari tiga tahapan. Pertama, pembeli mengembangkan keyakinan tentang suatu produk tertentu. Kedua, ia akan membangun sikap tentang produk tersebut. Ketiga, ia membuat pilihan yang cermat.
2.    Pembelian pengurang ketidaknyamanan
Terkadang konsumen sangat terlibat dalam pembelian namun hanya melihat sedikit perbedaan antar merek. Keterlibatan yang tinggi didasari pada fakta-fakta bahwa pembelian tersebut sangat mahal, jarang dilakukan dan berisiko tinggi. Dalam kasus itu, pembeli akan bebelanja dengan berkeliling untuk mempelajari merek yang tesedia. Jika konsumen menemukan perbedaan mutu antarmerek tersebut, dia mungkin akan memilih harga yang lebih tinggi. Jika konsumen menemukan perbedaan kecil dia mungkin akan akan membli semata-mata berdasarkan harga dan kenyamanan.
3.    Perilaku Pembelian karena kebiasaan
Dalam sebuah kegiatan pembelian terdapat banyak produk yang dibeli pada kondisi rendahnya keterlibatan konsumen dan tidak adanya perbedaan antarmerek yang signifikan. Misalnya Sabun mandi. Para konsumen akan memiliki sedikit keterlibatan pada jenis produk itu. Mereka pergi ke toko dan mengambil merek tertentu. Jika mereka tetap mengambil merek yang sama, hal itu karena kebiasaan bukan karena kesetiaan yang kuat terhadap merek.
4.    Perilaku Pembelian yang mencari variasi
Pada jenis perilaku pembelian ini ditandai dengan rendahnya keterlibatan konsumen terhadap perbedaan merek yang signifikan. Dalam situasi ini konsumen sering melakukan  peralihan merek.

1.6 Penelitian Terdahulu

1.     Penelitian oleh Budi Prasetyo, 2009 mengenai “ANALISIS PENGARUH GAYA HIDUP TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN (STUDI KASUS PADA HANDPHONE MERK NOKIA)”. Pada penelitian ini responden berasal dari mahasiswa/mahasiswi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta, dengan sampel sebanyak 50 mahasiswa/mahasiswi yang mewakili seluruh fakultas di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan metode-metode statistik yaitu Analisis Regresi Berganda dan Uji Hipotesis serta diolah dengan program SPSS (Statistical Product and Service Solution).
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa antara variabel gaya hidup memiliki pengaruh positif dan dikategorikan kuat dengan variabel keputusan pembelian pada handphone merk Nokia. Selain itu pengaruh gaya hidup terhadap keputusan pembelian pada handphone merk Nokia sebesar 49,0% dan sisanya 51,0% oleh faktor lain diantaranya: Brand Image, dan Loyalitas konsumen pengguna handphone Nokia.
2.     Penelitian oleh Nanda Lusiana, 2010 mengenai “FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN MAHASISWA MEMBELI HANDPHONE BLACKBERRY”. Pada penelitian ini responden berasal dari mahasiswa Universitas Gunadarma, dengan sampel sebanyak 100 responden. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan metode-metode statistik yaitu Teknik Analisis Uji Regresi Berganda dan Analisis Koefisien Determinasi serta diolah dengan program SPSS (Statistical Product and Service Solution).
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor promosi, distribusi dan gaya hidup secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan mahasiswa menggunakan handphone Blackberry. Selain itu secara parsial, dari ke delapan variabel yang besar pengaruhnya terhadap keputusan mahasiswa menggunakan handphone Blackberry adalah faktor promosi
3.   Penelitian oleh Budi Prasetyo, 2009 mengenai “ANALISIS PENGARUH PRODUK DAN HARGA YANG DIPERTIMBANGKAN KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN HANDPHONE MEREK NOKIA PADA NOKIA PROFESIONAL CENTER MALANG”. Pada penelitian ini responden berasal dari konsumen yang telah membeli dan menggunakan produk handphone merk Nokia pada Nokia Professional Center Malang, dengan sampel sebanyak 100 konsumen yang membeli produk handphone Nokia yang pada saat itu berada di Nokia Professional Center Malang. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan metode-metode statistik yaitu Analisis Regresi Berganda dan Uji Hipotesis serta diolah dengan program SPSS (Statistical Product and Service Solution).
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara parsial maupun simultan bahwa variabel produk dan harga mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian karena mempunyai nilai t hitung yang lebih besar dibandingkan dengan nilai t tabel (6,393; 2,703> 1,98) dan nilai F hitung lebih besar dibandingkan dengan nilai F tabel (32,907> 3,94). Dari kedua variabel tersebut yang mempunyai pengaruh yang paling dominan adalah variabel produk, karena mempunyai nilai t hitung yang paling besar dibandingkan dengan nilai t hitung variabel yang lain.

1.7 Hipotesis

Berdasarkan  latar  belakang  masalah, rumusan  masalah  dan kerangka  pikiran  yang telah  dikemukakan  sebelumnya,  maka  penulis  merumuskan  sebuah  hipotesis  penelitian sebagai berikut:
Diduga  produk, harga, dan gaya hidup berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen, dengan perhitungan jika:
Ho = 0, tidak ada pengaruh dari produk, harga, dan gaya hidup terhadap keputusan pembelian konsumen
Ha ≠ 0, ada pengaruh dari produk, harga, dan gaya hidup terhadap keputusan pembelian

1.8 Metodologi

1.    Jenis dan Sumber Data
Dilihat dari sumbernya penelitian ini menggunakan dua jenis data, yaitu :
1.    Data primer
Data primer merupakan data yang didapat dari sumber pertama baik dari individu atau perorangan seperti hasil dari wawancara atau hasil pengisian kuesioner yang biasa dilakukan peneliti, menurut Umar (1999: 43).
2.    Data Sekunder
Data sekunder adalah data primer yang telah diolah lebih lanjut dan disajikan, baik oleh pihak pengumpul data primer atau oleh pihak lain, menurut Umar (1999: 43).

2. Teknik Pengumpulan Data

Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan:
1.    Kuesioner
Kuesioner adalah instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data dengan cara menyusun format pertanyaan yang telah didesain sedemikian rupa untuk memudahkan analisis sesuai dengan tujuan penelitian (Rangkuti, 2002: 83).
2. Wawancara
Wawancara ini dilakukan untuk mendapatkan masukan dari pihak konsumen yang berupa tanya jawab langsung antara peneliti dan responden (Rangkuti, 2002: 82).

3. Populasi dan Sampel

1.    Populasi
Menurut Arikunto (1997: 115) Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi.
2.    Sampel
Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Dinamakan penelitian sampel apabila kita bermaksud untuk mengeneralisasikan hasil penelitian sampel, menurut Arikunto (1997: 117).

4. Variabel Penelitian

Variabel merupakan obyek penelitian, atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian, (Arikunto, 1997: 99). Adapun variabel yang akan dianalisa dalam penelitian ini terbagi menjadi dua yaitu variabel bebas dan variabel terikat (dependen).
1.    Variabel Bebas (X)
Variabel bebas atau independen adalah variabel yang tidak tergantung pada variabel lain (Umar, 1999: 44). Adapun yang merupakan variable bebas (X) adalah produk, harga, dan gaya hidup.
2.    Variabel Terikat (Y)
Variabel terikat atau dependen adalah jika ada hubungan diantara variabel, variabel yang tergantung pada variabel lain (Umar, 1999: 44). Adapun yang merupakan variabel terikat (Y) dependen dalam penelitian ini adalah keputusan pembelian.

5. Metode Analisis Data

Analisis Regresi Berganda
Digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y), (Rangkuti, 1997: 149). Rumus yang digunakan dalam regresi berganda yaitu:
Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + e
Keterangan:
Y         = Keputusan pembelian
a          = Konstanta
b1…b3  = Koefisien regresi berganda
X1        = Variabel produk
X2        = Variabel harga
X3        = Variabel gaya hidup
e          = Standart error
Analisis data diolah dengan program SPSS (Statistical Product and Service Solution).

6. Uji, Validitas, Realibilitas dan Pengujian Hipotesis

1.    Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengetahui seberapa tepat suatu alat ukur mampu melakukan fungsi. Alat ukur yang dapat digunakan dalam pengujian validitas suatu kuesioner adalah angka hasil korelasi antara skor pernyataan dan keseluruhan pernyataan responden terhadap informasi dalam kuesioner. Teknik yang digunakan yaitu teknik korelasi product moment.  Korelasi product moment dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:



Keterangan:

rxy        = koefisien product moment (korelasi antara X dan Y)
N         = jumlah subyek
X         = jumlah skor item
Y         = jumlah skor total
XY      = jumlah perkalian antara skor item dengan skor total
X2        = jumlah kuadrat skor item
Y2        = jumlah kuadrat skor total
Pengambilan keputusan pada saat menguji kevalidan instrumen adalah jika rhitung > rtabel maka instrumen dikatakan valid atau jika probabilitas (sig) < 0,05 maka instrumen dapat dikatakan valid.
2.    Uji Reliabilitas
Realibilitas pada dasarnya adalah sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Pengujian reliabilitas instrumen dilakukan dengan menguji skor antar item dengan menggunakan metode alpha cronbach. Alpha cronbach adalah perbandingan nilai r hitung dengan r tabel pada taraf kepercayaan 95% atau tingkat signifikasi 5%, nilai r hitung diwakili oleh Alpha. Apabila Alpha hitung lebih besar daripada r tabel dan Alpha hitung bersifat positif, maka suatu instrumen penelitian dapat disebut reliable.
3. Pengujian Hipotesis
1.    Uji F
Yaitu uji statistik untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara bersama-sama/universal (Rangkuti, 1997: 154). Adapun langkah-langkah uji F sebagai berikut:
a.    Rumusan hipotesis
H0 = tidak ada pengaruh antara variabel X dengan variabel Y
Ha = ada pengaruh antara variabel X dengan variabel Y
b.    Daerah kritis Ho melalui kurva distribusi F



c.    Kriteria penerimaan atau penolakan

F hitung ≥ F tabel berarti H0 ditolak.
F hitung ≤ F tabel berarti H0 diterima.
2.    Uji t
Yaitu uji statistik secara individu untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. Adapun langkah-langkah yang digunakan dalam uji t adalah:
a.    Perumusan hipotesis
H0 : b1 = b2 = b3 = 0, tidak ada pengaruh variabel X dengan variabel Y
H0 : b1 ≠ b2 ≠ b3 ≠ 0, minimal ada satu pengaruh dari implementasi variabel X terhadap variabel Y
b.    Nilai kritis H0 melalui kurva normal



c.    Kriteria penerimaan atau penolakan

thitung ≥ ttabel berarti H0 ditolak.
thitung ≤ ttabel berarti H0 diterima.
3.    Koefisien Determinasi
Digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variabel terikat. Tujuan menghitung koefisien determinasi adalah untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Besarnya koefisien determinasi dapat diperoleh melalui rumus berikut:



Keterangan:

R2 = Koefisien determinasi
Y   = Variabel terikat
X   = Variabel bebas      
Y2 = Rata-rata hitung dari nilai Y
n   = Jumlah data